Kamis, 07 November 2013

PENGANTAR TELEMATIKA

APA ITU TELEMATIKA ?

Telematika adalah Singkatan dari Telekomunikasi dan Informatika.
Istilah Telematika ialah penggabungan antara Teknologi Telekomunikasi dan Informatika yang digunakan untuk keperluan pemrosesan data jarak jauh dalam menyampaikan informasi satu arah, maupun timbal balik dengan system digital.

SIAPA PENGGUNA TELEMATIKA?
         
Pengguna Telematika :
  • Telematika dipakai juga untuk teknologi Sistem Navigasi/Penempatan Global atau GPS (Global Positioning System) sebagai bagian integral dari komputer dan teknologi komunikasi berpindah sebagai (mobile communication  technology). Secara lebih spesifik, istilah telematika dipakai untuk bidang kendaraan dan lalulintas (road vehicles dan vehicle telematics). Untuk navigasi pada mobil, pesawat terbang ataupun kapal laut.
  • E-Government
    E-goverment merupakan pemanfaatan telematika dalam bidang pemerintahan. Dalam e-goverment telematika lebih kepada membantu dalam konteks pembangunan. Baik negara maju maupun berkembang.
  • E-Commerce
    E-commerce merupakan salah satu pemanfaatan telematika yang paling banyak digunakan. E-commerce merupakan bidang perdagangan/ penjualan melalui via internet (online). Dengan e-commerce pembeli dan penjual tak harus bertemu face to face seperti penjual dan pembeli di pasar, misalnya, dengan begini jarak dan waktu tak lagi menjadi penghalan untuk melakukan suatu transaksi
  • E-LearningE-learning merupakan dasar dan konsekuensi logis dari perkembangan teknologi informasi dan komunikasi. E-learning dalam arti luas bisa mencakup pembelajaran yang dilakukan di media elektronik (internet) baik secara formal maupun informal. E-learning secara formal misalnya adalah pembelajaran dengan kurikulum, silabus, mata pelajaran dan tes yang telah diatur dan disusun berdasarkan jadwal yang telah disepakati pihak-pihak terkait (pengelola e-learning dan pembelajar sendiri).
KAPAN TELEMATIKA DIGUNAKAN ?
           
Pelaksanaan telematika di Indonesia..
           
Di Indonesia, pengaturan dan pelaksanaan mengenai berbagai bidang usaha yang   bergerak di sektor telematika diatur oleh Direktorat Jenderal Aplikasi Telematika. Fungsi Departemen di bidang Aplikasi Telematika yang berada di bawah dan bertanggungjawab kepada Menteri Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia.

Fungsinya meliputi:

  • Penyiapan perumusan kebijakan di bidang e-government, e-business, perangkat lunak dan konten, pemberdayaan telematika serta standardisasi dan audit aplikasi telematika. Pelaksanaan kebijakan di bidang e-government, e-business, perangkat lunak dan konten, pemberdayaan telematika serta standardisasi dan audit aplikasi telematika. Perumusan dan pelaksanaan kebijakan kelembagaan internasional di bidang e-government, e-business, perangkat lunak dan konten, pemberdayaan telematika serta standardisasi dan audit aplikasi telematika.
  • Penyusunan standar, norma, pedoman, kriteria, dan prosedur di bidang e-government,  e-business, perangkat lunak dan konten, pemberdayaan telematika serta standardisasi dan audit aplikasi telematika.
  • Pembangunan, pengelolaan dan pengembangan infrastruktur dan manajemen aplikasi sistem informasi pemerintahan pusat dan daerah. Pemberian bimbingan teknis dan evaluasi. Pelaksanaan administrasi Direktorat Jenderal Aplikasi Telematika.

DIMANA TELEMATIKA DIGUNAKAN ?

  •  Layanan Telematika dibidang Informasi
    Penggunaan teknologi telematika dan aliran informasi harus selalu ditujukan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat, termasuk pemberantasan kemiksinan dan kesenjangan, serta meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Selain itu, teknologi telematika juga harus diarahkan untuk menjembatani kesenjangan politik dan budaya serta meningkatkan keharmonisan di kalangan masyarakat.
  • Layanan Telematika dibidang Keamanan
    Layanan ini menyediakan fasilitas untuk memantau dan memberikan informasi bila ada sesuatu yang berjalan tidak seharusnya. Layanan ini dapat mengurangi tingkat pencurian dan kejahatan. Seperti contohnya dengan menggunakan Firewall dan juga anti virus yang ada.
  • Layanan Perbaikan Sumber
    Konsep pengembangan sumber daya manusia di bidang telematika ditujukan untuk meningkatkan kualitas, kuantitas dan pendayagunaan SDM telematika dengan tujuan untuk mengatasi kesenjangan digital, kesenjangan informasi dan meningkatkan kemandirian masyarakat dalam pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi secara efektif dan optimal.

BAGAIMANA TELEMATIKA DIGUNAKAN ?

Perkembangan telematika di Indonesia sangat berkembang sangat pesat, walaupun mengalami pasang surut dalam memajukan telematika Indonesia. Ini semua sangat terlihat dalam perjalanan perkembangan telematika pada saat periode pra satellite yaitu bidang telepon dan radio. Karena adanya penyiaran kemerdekaan Indonesia, bangsa Indonesia hanya memakai alat seadanya untuk meyiarkan berita penting itu. Sekarang Indonesia sedang dalam masa era robotic. Dimana sedang di kembangkan untuk membuat robot yang sempurna yang bisa berperilaku seperti halnya manusia. Dan Indonesia pun sedang dalam pengembangan GPS ( Global Positioning System) yang bisa memberi petunjuk arah jalan untuk usernya. Perkembangan telematika tidak sampai sini saja, karena masih ada perkembangan wireless. Pada saat dahulu kita tidak bisa menggunakan koneksi internet tanpa menggunakan kabel, tapi jaman sekarang telah berkembang jaringan wireless. Semua dilakukan untuk mendapatkan kemudahan dalam menggunakan telekomunikasi.

Sabtu, 01 Juni 2013

Contoh Surat Resmi

Bekasi, 1 Agustus 2013

No. : 14/IV/2013
Perihal : Permintaan Ijin Penyelenggaraan Kegiatan
Lampiran : -

Kepada Yth,
Ketua RT/RW 001/012
di-Tempat

Dengan hormat,

Dalam rencana merayakan hari kemerdekaan Indonesia, maka kami sebagai pengurus karang taruna RW 012 bermaksud untuk mengadakan aktivitas pertandingan Basket, pada :

Hari : Sabtu
Tanggal : 16 Agustus 2013
Jam : 08.00 WIB – selesai
Area : Lapangan Basket RW 012 Duren Jaya, Bekasi TImur

Untuk suksesnya acara tersebut, kami sebagai panitia menghendaki ijin serta persetujuan untuk menggunakan lapangan basket RW 012, hingga acara tersebut bisa berjalan dengan lancar tanpa ada kendala apapun.
Demikianlah surat ini kami buat, atas ijin yang diberikan kami ucapkan banyak terima kasih.

Hormat kami,
Pemohon

Ridhwan
Ketua Karang Taruna RW 012

Jumat, 31 Mei 2013

Contoh Curriculum Vitae


Data Riwayat Hidup
Data Pribadi

1.    Nama Lengkap                       : Ridhwan kartono
2.    Tempat/Tgl.Lahir                  : Bekasi, 14 Maret 1991
3.    Jenis Kelamin                        : Laki – laki
4.    Agama                                    : Islam
5.    Status                                      : Belum Menikah
6.    Kewarganegaraan                  : Indonesia
7.    Alamat                               : Jl. Delima Raya No.21RT.01/RW.12
  
                                                      Blok A Duren Jaya, Bekasi Timur
8.    Telepon                                  : (021) 8823456

Riwayat Pendidikan
1.    SD Cendrawasih Jaya – Bekasi               Lulus Tahun 2002
2.    MTS N 1 Bekasi                                      Lulus Tahun 2006
3.    SMA KORPRI BEKASI                         Lulus Tahun 2009

Demikian daftar riwayat hidup ini saya buat dengan sebenarnya dan dapat di pertanggung jawabkan. Atas Perhatian Bapak/Ibu, sebelum dan sesudahnya saya ucapkan terima kasih.
                                                                           
                                                                        Bekasi, 1 juni 2013



                                                                          Ridhwan Kartono

                                                                                                                                                                                                          

Minggu, 28 April 2013

Karangan Ilmiah


Karangan Ilmiah

Karya ilmiah merupakan karya tulis yang isinya berusaha memaparkan suatu pembahasan secara ilmiah yang dilakukan oleh seorang penulis. Untuk memberitahukan sesuatu hal secara logis dan sistematis kepada para pembaca. Karya ilmiah biasanya ditulis untuk mencari jawaban mengenai sesuatu hal dan untuk membuktikan kebenaran tentang sesuatu yang terdapat dalam objek tulisan.
Ada berbagai jenis karya ilmiah, antara lain laporan penelitian, makalah seminar atau simposium, dan artikel jurnal yang pada dasarnya kesemuanya itu merupakan produk dari kegiatan ilmuwan. Data, simpulan, dan informasi lain yang terkandung dalam karya ilmiah tersebut dijadikan acuan bagi ilmuwan lain dalam melaksanakan penelitian atau pengkajian selanjutnya.
Di perguruan tinggi, khususnya jenjang S1, mahasiswa dilatih untuk menghasilkan karya ilmiah seperti makalah, laporan praktikum, dan skripsi (tugas akhir). Skripsi umumnya merupakan laporan penelitian berskala kecil, tetapi dilakukan cukup mendalam. Sementara itu, makalah yang ditugaskan kepada mahasiswa lebih merupakan simpulan dan pemikiran ilmiah mahasiswa berdasarkan penelaahan terhadap karya-karya ilmiah yang ditulis oleh para pakar dalam bidang persoalan yang dipelajari. Penyusunan laporan praktikum ditugaskan kepada mahasiswa sebagai wahana untuk mengembangkan kemampuan menyusun laporan penelitian.

Ciri-ciri Karya Ilmiah
Logis, artinya segala katerangan yang disajikan dapat diterima oleh akal.
Sistematis, artinya segala yang dikemukakan disusun dalam urutan yang memperlihatkan adanya kesinambungan.
Lengkap, artinya segala keterangan yang dikemukakan menurut apa adanya.
Lugas, artinya pembicaraan langsung kepada hal pokok.
Saksama, maksudnya berusaha menghindarkan diri dari segala kesalahan.
Jelas, Segala keterangan yang berada dalam karangan harus jelas.
Kebenarannya dapat diuji.
Terbuka, pandangan terhadap karangan dapat berubah apabila ditemukannya temuan baru.
Berlaku umum, yaitu semua kesimpulan berlaku untuk semua populasinya.
Penyajian menggunakan ragam bahasa ilmiah.
Tuntas, artinya segi masalah dikupas secara mendalam.

Daftar  Pustaka

Prof. Dr. H. H.P. Achmad. Bahasa Indonesia untuk Perguruan Tinggi. Jakarta: Kencana, 2010.

http://id.wikipedia.org/wiki/Karya_ilmiah

Selasa, 25 Desember 2012

Perbaikan Kalimat Tidak Efektif Menjadi Kalimat Efektif

31. Bacalah teks paragraf berikut dengan saksama.

Penetapan oleh DPR tentang kasus Lumpur Lapindo akan menciderai rasa keadilan publik. Risiko yang dikhawatirkan, munculnya parlemen jalanan menuntut dipulihkannya rasa keadilan. Penetapan semburan lumpur panas di Sidoarjo, Jawa Timur, sebagai bencana alam atau bukan tidak bisa ditetapkan secara politik

Kata berikut tepat untuk menggantikan kesalahan kata tidak baku pada paragraf di atas, yaitu....
a. mencederai
b. adil
c. kuwatir
d. parlemen jalan
e. politis
32. Bacalah teks rumpang berikut dengan saksama.

Ia tinggal di... elite. Namun, ia tak mau ....pagar rumahnya dengan pagar besi. Tahun lalu ia ... kejuaraan teknologi robot tingkat dunia. 

Kata berimbuhan yang benar untuk melengkapi bagian rumpang teks di atas adalah....
a. pemukiman, mempertinggi, memenangkan
b. pemukiman, meninggikan, memenangkan
c. pemukiman, mempertinggikan, memenangkan
d. permukiman, meninggikan, memenangi
e. permukiman, mempertinggikan, memenangkan
33. Bacalah teks berikut dengan saksama.

KALIMAT EFEKTIF



 Kalimat adalah gabungan dari dua buah kata atau lebih yang menghasilkan suatu pengertian dan pola intonasi akhir. Kalimat dapat dibagi-bagi lagi berdasarkan jenis dan fungsinya yang akan dijelaskan pada bagian lain.

Contohnya seperti kalimat lengkap, kalimat tidak lengkap, kalimat pasif, kalimat perintah, kalimat majemuk, dan lain sebagainya.

Setiap kalimat memiliki unsur penyusun kalimat. Gabungan dari unsur-unsur kalimat akan membentuk kalimat yang mengandung arti.

 Unsur-unsur inti kalimat antara lain SPOK :
·         Subjek / Subyek (S)
·         Predikat (P)
·         Objek / Obyek (O)
·         Keterangan (K)

 Ciri-Ciri Subjek  

Jawaban atas Pertanyaan Apa atau Siapa kepada Predikat.
Contoh :

1. budi memelihara binatang langka

Siapa memelihara? Jawab : budi. (maka budi adalah S sedangkan memelihara adalah ) Siapa atau apa Binatang langka ? = tidak ada jawaban 

2. Meja itu dibeli oleh ayah.

Apa dibeli ? = jawab Meja
Biasanya disertai kata itu,ini,dan yang (yang ,ini,dan itu juga sebagai pembatas antara subyek dan predikat)
Contoh : Anak itu mengambil bukuku

Ciri-Ciri Predikat

Menimbulkan Pertanyaan apa atau siapa.

Dalam hal ini jika predikat maka dengan pertanyaan tersebut akan ada jawabannya.
Perhatikan pada Subyek diatas. Subyek dan predikat ditentukan secara bersama-sama.¨

Kata Adalah atau Ialah

Predikat kalimat dapat berupa kata adalah atau ialah.
Kalimat dengan Predikat demikian itu terutama digunakan pada kalimat majemuk bertingkat anak kalimat pengganti predikat.
Dapat Disertai Kata-kata Aspek atau Modalitas

Predikat kalimat yang berupa verba atau adjektiva dapat disertai kata-kata aspek seperti telahsudahsedang,belum, dan akan. Kata-kata itu terletak di depan verba atau adjektiva. Kalimat yang subjeknya berupa nomina bernyawa dapat juga disertai modalitas, kata-kata yang menyatakan sikap pembicara (subjek), seperti ingin,hendak, dan mau.

contoh :

1.         Jawaban mengapa dan bagaimana

nabiilah baik-baik.
Bagaimana Nabiilah?
Baik-baik merupakan jawaban atas pertanyaan bagaimana nabiilah.

2.       Disertai kata adalah, ialah , atau merupakan

Dia adalah wartawan.

3.       Dapat diingkarkan (dengan kata tidak)

budi tidak makan di kantin.

4.  Dapat disertai kata-kata aspek ( telah, sudah, akan, dan sedang)

     nani sedang membaca koran di taman.

 Ciri-Ciri Objek

Predikat yang berupa verba intransitif (kebanyakan berawalan ber- atau ter-) tidak memerlukan objek, verba transitif yang memerlukan objek kebanyakan berawalan me-. Ciri-ciri objek ini sebagai berikut.

·         Langsung di Belakang Predikat
Objek hanya memiliki tempat di belakang predikat, tidak pernah mendahului predikat.

·         Dapat Menjadi Subjek Kalimat Pasif
Objek yang hanya terdapat dalam kalimat aktif dapat menjadi subjek dalam kalimat pasif. Perubahan dari aktif ke pasif ditandai dengan perubahan unsur objek dalam kalimat aktif menjadi subjek dalam kalimat pasif yang disertai dengan perubahan bentuk verba predikatnya.

·         Didahului kata Bahwa
Anak kalimat pengganti nomina ditandai oleh kata bahwa dan anak kalimat ini dapat menjadi unsur objek dalam kalimat transitif.

contoh :

1.         Berada langsung di belakang predikat 

Gita menulis cerpen.

2.       Dapat menjadi subjek kalimat pasif.

Gita menulis cerpen. (kalimat aktif)
Cerpen ditulis Gita. (kalimat pasif)

       3.   Tidak didahului preposisi

Panglima Sudirman tidak mau menyerah kepada musuh.
( kata kepada musuh bukan objek)

 Ciri-Ciri Keterangan

Ciri keterangan adalah dapat dipindah –pindah posisinya . perhatikan contoh berikut:

1.         Jawaban pertanyaan kapan dan di mana
Kemarin, dia tidak mengerjakan PR.

2.       Tidak terikat oleh posisi (dapat berpindah-pindah)

 Dia tidak mandi kemarin
 Kemarin, dia tidak mandi


Senin, 05 November 2012

Bahasa indonesia (EYD)


Bahasa indonesia (EYD)
  • Pemakaian Huruf
  • Huruf abjad. Ada 26 yang masing-masing memiliki jenis huruf besar dan kecil.
  • Huruf vokal. Ada 5: a, e, i, o, dan u. Tanda aksen é dapat digunakan pada huruf e jika ejaan kata menimbulkan keraguan.
  • Huruf konsonan. Ada 21: b, c, d, f, g, h, j, k, l, m, n, p, q, r, s, t, v, w, x, y, dan z.
    • Huruf c, q, v, w, x, dan y tidak punya contoh di akhir kata.
    • Huruf x tidak punya contoh di tengah kata.
    • Huruf q dan x digunakan khusus untuk nama dan keperluan ilmu.
  • Diftong. Ada 3: ai, au, dan oi.
  • Gabungan konsonan. Ada 4: kh, ng, ny, dan sy.
  • Pemenggalan kata
    • Kata dasar
      • Di antara dua vokal berurutan di tengah kata(diftong tidak pernah diceraikan):ma-in.
      • Sebelum huruf konsonan yang diapit dua vokal di tengah kata: ba-pak.
  • Kata berimbuhan: Sesudah awalan atau sebelum akhiran: me-rasa-kan.
  • Gabungan kata: Di antara unsur pembentuknya: bi-o-gra-fi
  • Huruf kapital
    • Huruf pertama pada awal kalimat
    • Huruf pertama petikan langsung
    • Huruf pertama dalam ungkapan yang berhubungan dengan nama Tuhan dan kitab suci, termasuk kata ganti untuk Tuhan
    • Huruf pertama nama gelar kehormatan, keturunan, dan keagamaan yang diikuti nama orang (tidak berlaku jika tidak diikuti nama orang)
    • Huruf pertama unsur nama jabatan dan pangkat yang diikuti nama orang atau pengganti nama orang, nama instansi, atau nama tempat (tidak berlaku jika tidak diikuti nama orang, instansi, atau tempat)
  • Huruf miring
    • Nama buku, majalah, dan surat kabar yang dikutip dalam tulisan
    • Huruf, bagian kata, kata, atau kelompok kata yang ditegasan atau dikhususkan
    • Kata nama ilmiah atau ungkapan asing kecuali yang telah disesuaikan ejaannya
  • Penulisan Tanda Baca
  • Tanda titik
    • Dipakai pada akhir kalimat yang bukan pertanyaan atau seruan
    • Dipakai di belakang angka atau huruf dalam suatu bagan, ikhtisar, atau daftar (tidak dipakai jika merupakan yang terakhir dalam suatu deretan)
    • Dipakai untuk memisahkan angka jam, menit, dan detik yang menunjukkan waktu atau jangka waktu
  • Tanda koma
    • Dipakai di antara unsur-unsur dalam suatu perincian atau pembilangan
    • Dipakai untuk memisahkan kalimat setara yang satu dari kalimat setara berikutnya yang didahului oleh kata seperti tetapi atau melainkan
    • Dipakai untuk memisahkan anak kalimat dari induk kalimat jika anak kalimat itu mendahului induk kalimatnya (tidak dipakai jika anak kalimat itu mengiringi induk kalimatnya)
  • Tanda titik koma
    • Dapat dipakai untuk memisahkan bagian-bagian kalimat yang sejenis dan setara
    • Dapat dipakai sebagai pengganti kata penghubung untuk memisahkan kalimat yang setara di dalam kalimat majemuk
  • Tanda titik dua
    • Dapat dipakai pada akhir suatu pernyataan lengkap jika diikuti rangkaian atau pemerian (tidak dipakai jika rangkaian atau perian itu merupakan pelengkap yang mengakhiri pernyataan)
    • Dipakai sesudah kata atau ungkapan yang memerlukan pemerian
    • Dapat dipakai dalam teks drama sesudah kata yang menunjukkan pelaku dalam percakapan
    • Dipakai (i) di antara jilid atau nomor dan halaman, (ii) di antara bab dan ayat dalam kitab suci, (iii) di antara judul dan anak judul suatu karangan, serta (iv) nama kota dan penerbit buku acuan dalam karangan
  • Tanda hubung
    • Dipakai untuk menyambung suku-suku kata dasar yang terpisah oleh penggantian baris (Suku kata yang berupa satu vokal tidak ditempatkan pada ujung baris atau pangkal baris)
    • Dipakai untuk menyambung awalan dengan bagian kata di belakangnya atau akhiran dengan bagian kata di depannya pada pergantian baris (Akhiran -i tidak dipenggal supaya jangan terdapat satu huruf saja pada pangkal baris)
    • Dipakai untuk menyambung unsur-unsur kata ulang
    • Dipakai untuk menyambung huruf kata yang dieja satu-satu dan bagian-bagian tanggal
  • Tanda pisah
    • Dipakai untuk membatasi penyisipan kata atau kalimat yang memberi penjelasan di luar bangun kalimat
    • Dipakai untuk menegaskan adanya keterangan aposisi atau keterangan yang lain sehingga kalimat menjadi lebih jelas
    • Dipakai di antara dua bilangan atau tanggal dengan arti 'sampai ke' atau 'sampai dengan'
    • Dalam pengetikan, tanda pisah dinyatakan dengan dua buah tanda hubung tanpa spasi sebelum dan sesudahnya
  • Tanda elipsis
    • Dipakai dalam kalimat yang terputus-putus
    • Dipakai untuk menunjukkan bahwa dalam suatu kalimat atau naskah ada bagian yang dihilangkan
    • Jika bagian yang dihilangkan mengakhiri sebuah kalimat, perlu dipakai empat buah titik; tiga buah untuk menandai penghilangan teks dan satu untuk menandai akhir kalimat
    • Tanda tanya
    • Dipakai pada akhir kalimat tanya
    • Dipakai di dalam tanda kurung untuk menyatakan bagian kalimat yang disangsikan atau yang kurang dapat dibuktikan kebenarannya
  • Tanda seru
    • Dipakai sesudah ungkapan atau pernyataan yang berupa seruan atau perintah yang menggambarkan kesungguhan, ketidakpercayaan, ataupun rasa emosi yang kuat
  • Tanda kurung
    • mengapit keterangan atau penjelasan
    • mengapit keterangan atau penjelasan yang bukan bagian integral pokok pembicaraan
    • mengapit huruf atau kata yang kehadirannya di dalam teks dapat dihilangkan
    • mengapit angka atau huruf yang memerinci satu urutan keterangan
  • Tanda kurung siku
    • mengapit huruf, kata, atau kelompok kata sebagai koreksi atau tambahan pada kalimat atau bagian kalimat yang ditulis orang lain. Tanda itu menyatakan bahwa kesalahan atau kekurangan itu memang terdapat di dalam naskah asli
    • mengapit keterangan dalam kalimat penjelas yang sudah bertanda kurung
  • Tanda petik
    • mengapit petikan langsung yang berasal dari pembicaraan dan naskah atau bahan tertulis lain
    • mengapit judul syair, karangan, atau bab buku yang dipakai dalam kalimat
    • mengapit istilah ilmiah yang kurang dikenal atau kata yang mempunyai arti khusus
  • Tanda petik tunggal
    • mengapit petikan yang tersusun di dalam petikan lain
    • mengapit makna, terjemahan, atau penjelasan kata atau ungkapan asing
  • Tanda garis miring
    • dipakai di dalam nomor surat dan nomor pada alamat dan penandaan masa satu tahun yang terbagi dalam dua tahun takwim
    • dipakai sebagai pengganti kata atau, tiap
  • Tanda penyingkat
    • menunjukkan penghilangan bagian kata atau bagian angka tahun
  • Penulisan Kata
  • Kata dasar. Ditulis sebagai satu kesatuan
  • Kata turunan
    • Ditulis serangkai dengan kata dasarnya: dikelola, permainan
    • Imbuhan ditulis serangkai dengan kata yang langsung mengikuti atau mendahuluinya, tapi unsur gabungan kata ditulis terpisah jika hanya mendapat awalan atau akhiran:bertanggung jawab, garis bawahi
    • Imbuhan dan unsur gabungan kata ditulis serangkai jika mendapat awalan dan akhiran sekaligus: pertanggungjawaban
  • Kata ulang. Ditulis lengkap dengan tanda hubung: anak-anak, sayur-mayur
  • Gabungan kata
    • Ditulis terpisah antarunsurnya: duta besar, kambing hitam
    • Dapat ditulis dengan tanda hubung untuk menegaskan pertalian di antara unsur yang bersangkutan untuk mencegah kesalahan pengertian: alat pandang-dengar, anak-istri saya
  • Kata ganti
    • Ku dan kau ditulis serangkai dengan kata yang mengikutinya: kusapa, kauberi
    • Ku, mu, dan nya ditulis serangkai dengan kata yang mendahuluinya: bukuku, miliknya
  • Kata depan. di, ke, dan dari ditulis terpisah dari kata yang mengikutinya, kecuali daripada, kepada, kesampingkan, keluar, kemari, terkemuka
  • Kata sandang. si dan sang ditulis terpisah dari kata yang mengikutinya: sang Kancil, si pengirim
  • Partikel
    • Partikel -lah, -kah, dan -tah ditulis serangkai dengan kata yang mendahuluinya: betulkah, bacalah
    • Partikel pun ditulis terpisah dari kata yang mendahuluinya: apa pun, satu kali pun
    • Partikel pun ditulis serangkai dengan kata yang mendahuluinya untuk adapun, andaipun, ataupun, bagaimanapun, biarpun, kalaupun, kendatipun, maupun, meskipun, sekalipun,sungguhpun, walaupun
  • Singkatan dan akronim
    • Singkatan nama orang, nama gelar, sapaan, jabatan atau pangkat diikuti dengan tanda titik: A.S. Kramawijaya, M.B.A.
    • Singkatan nama resmi lembaga pemerintah dan ketatanegaraan, badan atau organisasi, serta nama dokumen resmi yang terdiri atas huruf awal kata ditulis dengan huruf kapital dan tidak diikuti dengan tanda titik: DPR, SMA
    • Singkatan umum yang terdiri atas tiga huruf atau lebih diikuti satu tanda titik: dst., hlm.
    • Singkatan umum yang terdiri atas dua huruf diikuti tanda titik pada setiap huruf: a.n., s.d.
  • Angka dan lambang bilangan. Angka dipakai untuk menyatakan lambang bilangan atau nomor yang lazimnya ditulis dengan angka Arab atau angka Romawi.
    • Fungsi
      • menyatakan (i) ukuran panjang, berat, luas, dan isi (ii) satuan waktu (iii) nilai uang, dan (iv) kuantitas,
      • melambangkan nomor jalan, rumah, apartemen, atau kamar pada alamat,
      • menomori bagian karangan dan ayat kitab suci,
    • Penulisan
      • Lambang bilangan utuh dan pecahan dengan huruf
      • Lambang bilangan tingkat
      • Lambang bilangan yang mendapat akhiran -an
      • Ditulis dengan huruf jika dapat dinyatakan dengan satu atau dua kata, kecuali jika beberapa lambang bilangan dipakai secara berurutan, seperti dalam perincian dan pemaparan

  • Salinan sesuai dengan aslinya
  • Biro Hukum dan Organisasi
  • Departemen Pendidikan Nasional,
Kepala Biro Hukum dan Organisasi,

Dr. Andi Pangerang Moenta, S.H., M.H., DFM.
NIP 196108281987031003


Sumber